Rindu
Duduk menepi di dalam sunyi Menunggu klakson datang meneriaki Hilir mudik ciptaan Tuhan di hadapanku Ku tetap terpaku pada sepiku Entah berapa banyak hembusan angin menerpaku Jujur ku tak hiraukan itu Ceriaku datang pun aku tetap mematung Ada apa dengan diriku? Pecah sudah kaca-kaca di depanku Berperang sudah tentara di jiwaku Sakit tertahan egoisku Oh, apakah egoisku? Ku pikir itu hak diriku sebagai dewimu Ribuan detik ku arungi Dewaku tak jua menyapaku Hanya tong kosong yang dewaku berikan Aku muak, sungguh sangat muak Adakah rindu yang tak menyakitkan? Rindu seperti kenyataan yang tak bisa terpungkiri Pahit yang tak bisa dimaniskan Oh dewaku, kapankah kau balas rinduku ini?