Postingan

Tanda Titik Tinggal Kisah

Sebelumnya aku pernah menyerah, tapi bagaimana lagi hati tidak bisa menahan rasa yang saat itu pura-pura aku abaikan. Aku kira tanda titik sebelumnya adalah akhir, tapi nyatanya aku mencoba melanjutkan kalimat lain setelah itu. Menyesal? Sungguh tidak sama sekali. Setelah melanjutkan kisah itu, aku jadi percaya bahwa tidak ada kata "wanita hanya bisa menunggu". Ya, banyak wanita takut menyatakan perasaannya. Sama halnya aku yang dulu. Dulu aku mencoba hanya sebisaku saja, kalau dia mau pasti jadi. Kalau tidak, ya pasti sakit hati.  Percaya atau tidak, aku benar-benar bukan menjadi diriku saat itu. Saat aku melanjutkan tanda titik yang tadinya ku pikir yang terakhir. Aku merasa menjadi wanita paling berani, padahal paling cupu sebenarnya. Mencoba lagi tanpa takut jatuh, meskipun peluang hancur 99%. Akhirnya aku memulai lagi, dia merespon lagi. Ya, dia memang seperti itu. Tidak usah heran kalau aku jadi terbawa perasaan. Memang aku saja yang perasa. Bodoh? Tidak ada kata b...

Arti Tanda Titik Sebenarnya

Tanda titik lalu yang sempat membuatku berpikir berpuluh-puluh kali apa maknanya, kini semakin jelas tujuannya. Nyatanya, lanjutan setelah tanda titik itu bukan hanya untukku saja. Lebih tepatnya setiap orang yang berinteraksi dengannya pun begitu. Sungguh malu rasanya. Malu merasakan adanya teka-teki itu, yang pada kenyataannya hanya sebuah teka-teki yang ku buat sendiri. Maklum, aku belum pernah bertemu dengan laki-laki macam itu. Sebagian yang ku kenal, hanya akan membalas "seperti itu" pada orang yang membuatnya tertarik. Tidak sepertinya. Sulit ditebak sampai aku berpikir berlebihan. Andai ada kantong kresek di depanku saat ini, sudah ku tutup mukaku karena malu. Tapi... memang benar nyatanya aku memiliki cinta sepihak sedari awal. Aku mudah tertarik dengan sesuatu yang aku anggap menarik. Seperti halnya dia. Ada sesuatu yang hanya hati yang bisa menceritakan. Untung saja, belum terlalu dalam hal itu masuk ke dalam perasaan. Walaupun sudah terbawa perasaan, untungny...

Antara Iya atau Tidak (Misteri Kelanjutan Tanda Titik)

Ternyata, tanda titiknya terus berlanjut sampai aku jadi makin gila rasanya. Sudah mencoba mengakhiri tapi setelah tanda titik masih ada saja cerita yang tertulis. Aku khawatir, aku saja yang merasa seperti ini. Merasa hati seperti ada iramanya. Sedangkan kau tidak. Sudah aku atur sedemikian rupa agar tak terus jatuh, rupanya aku terjungkir terbalik. Sial. Terbawa perasaan (lagi). Padahal aku sudah berusaha untuk tidak melanjutkan saat itu, ya... mau ku diamkan tapi ada celah yang bisa menjadi jalan. Ku ikuti saja alurnya, sampai akhirnya aku di ladang permen, ya.... manis tapi meyebabkan sakit. Tiba-tiba, berakhir juga cerita itu. Tanda titiknya benar-benar berakhir, ku pikir. Saat-saat itu aku mulai menyibukkan diri seperti biasanya, mencoba tak mengingat, tapi lagi-lagi otak tak sinkron dengan hati. Tetap saja kau muncul. Ya.... walaupun begitu, aku masih kuat menahan untuk melanjutkan cerita. Ternyata, aku benar-benar labil. Jangan salahkan aku, salahkan si hati. D...

Kemungkinan Tanda Titik

Sebagai seorang wanita, aku benar-benar muak masa-masa di saat aku mulai mencintai tanpa dicintai. Bolehlah kau bilang aku ini bodoh, cinta sepihak memang bodoh kan? Iya akulah itu, si penikmat cinta sepihak yang kerjaannya hanya menunggu yang tak pasti. Ini bukan keinginanku. Otak bisa bertindak semaunya, tapi hati mana bisa diatur untuk bilang "tidak mencintainya" kan? Semakin hari semakin jatuh rasanya. Semakin menjadi-jadi saja gilaku ini. Semakin bodoh saja menunggu. Ingin berhenti berusaha tapi sudah sampai sejauh ini, bagaimana bisa aku lepaskan? Tinggal menunggu kepastian yang mungkin tidak akan jelas pada akhirnya. Atau memang aku saja yang terlalu terhempas melayang ke angkasa, padahal dia tetap berada di tempatnya. Ya.. kembali lagi ini mungkin cinta sepihak saja, yang ku buat seperti aku dan dia sama-sama memiliki rasa yang sama. Cerita masih terus berjalan sampai ku tahu jawaban akan hatimu, walau bukan dengan kata-kata. Mungkin tanda titik akan mengakhi...

Kekhilafan Hati

Hari itu entah mengapa ada yang berbeda. Ada yang menarik. Entah bagaimana caranya sosok itu terlihat menarik. Ah.. ku pikir mungkin khilafku saja. Namun, semakin ku tegaskan dia semakin menawan saja. Heran memang pasti, mengapa hanya dia yang terlihat. Sejak hari itu, entah mengapa aku jadi makin gila karenanya. Ya, kau tahulah pasti bagaimana cara wanita mencari tahu sosok yang sedang Ia kagumi, jiwa FIB-nya keluar begitu saja. Oh.. dia itu dia, iya aku tahu sedikit demi sedikit dari goa-goa yang ku telusuri. Dia beginilah, begitulah kata sang goa. Perlahan sudah aku mengagumi sampai pada titik aku mulai menyukai. Rasanya hampir mau ku tarik saja dia saat di depanku, memang sudah gila sepertinya. Mulai beranilah aku bercerita kepada teman-teman dekatku bahwa aku khilaf hati. Dukungan menghampiriku, karena itulah aku makin khilaf.  Takut mulai datang, pikiran mulai mengacau, yaa sebenarnya memang sudah kacau sedari awal. Hati takut tak sampai hatinya, pikiran mengecoh mel...

Mulai Kecanduan Drama Korea!!!

Wih udah 2017 aja, padahal masih belom move on dari 2016 yang banyak banget asem manisnya kehidupan orang dewasa. Apalagi, banyaknya karya-karya yang luar biasa muncul di tahun 2016, salah satunya fenomena K-drama yang makin digemari, walaupun udah sejak lama banyak yang suka sama drakor, tapi menurut gue (opini yaa) di tahun 2016 fenomenanya lebih lebih lebih hits. Mungkin yang tadinya gak suka atau pun gak tertarik jadi penasaran karena hampir semua ngomongin drakor yang hits, yang katanya bagus banget, high recommended banget, dan salah satunya gue hahahaha. Awal mula suka drakor gara-gara lagi maen ke rumah Tita, dia ngejejelin drakor "Pinnochio" yang pemerannya Lee Jong Suk dan Park Shin Hye. Di rumah Tita nonton 2 episode masih gak ngerti jalan ceritanya, jadi penasaran dan akhirnya minta semua episode. Sejak saat itu suka sama Lee Jong Suk hahahaha, korban kegantengan Choi Dal Po. Padahal udah pernah nonton drakor sebelumnya, walau cuma sekelebatan doang, kayak The...

Terbelah Jadi Dua

Mungkin bisa dibilang hari ini adalah hari yang bikin hati terenyuh. Diawali pagi yang cukup cerah untuk ukuran musim hujan, disambut jalanan yang kumuh penuh dengan tanah karena emang lagi banyak perbaikan gorong-gorong. Na'as sudah motor gue yang emang dekil dan sekarang makin dekil. Ya, begitulah anak pemalas yang nyuci motor cuma kalau ada yang nawarin buat nyuciin hehehe. Balikan lagi deh. Eh! Maksudnya balik lagi ke topik hahaha. Hari ini memang hari Jumat yang penuh berkah, yaa.... jelas sekali berkahnya karena hari ini gue bisa makan nasi pake boncabe level 15 (lagi) hahaha. Tapi, hari ini emang bikin lelah selelah-lelahnya hati ngelupain kamu, eaaaaaaa. Harus berangkat pagi demi menyelesaikan website e-commerce Nanabota, padahal kelas baru mulai jam 1 siang. Ya, begitulah nasib mahasiswa tingkat 3. Yaelah baru juga semester 3, apa kabar semester depan dan seterusnya? Setelah kelaran ngurusin si website, masih harus nungguin kamu:):):):) #salahfokus #kebanya...