Rumit

Jalan mulai berliku
Tak ada lagi yang mulus
Mulai terasa kaku
Pening dan terasa haus

Semakin mengikuti jalan tak mulus
Mual, muak, putus asa pun terasa
Berkelok-kelok tak berarus
Tergocang kuat menahan rasa

Apa dayaku?
Aku tak bisa membuat jalan itu lurus dan mulus
Sendirian apalah dayaku mengubah jalan itu
Andai kau bantu aku dengan tulus
Jalan itu tak ubahnya menjadi berliku

Jelas akan rumit
Jalan yang biasa dilalui dengan lancar bebas hambatan
Bagai tak ada rasa sulit
Kini kelokan saja penuh teriakan

Akankah kau bantu aku melewatinya?
Ini seperti sebuah tantangan
Apakah untuk ku saja?
Sungguh ini jelas bukan

Sadarkanlah hatimu
Ini jalan kita, bukan?

Bertahannya diriku bukan tanpa alasan
Aku hanya ingin meyakinkanmu
Meneguhkan perasaan
Untuk mengajakmu melintasi kelokan itu

Namun,
Jika bertahannya diriku tak mampu sadarkanmu
Seorang diri pun akan aku lewati semua kelokan
Walaupun penuh ragu
Takut akan kehancuran
Resah sampai tersendu
Gagal sudah pengorbanan

Tapi,
Setidaknya aku sudah mencoba
Mencari jalan lurus
Walau tak sempat menyelamatkan
Aku terlalu lemah melawan rasa haus
Pada akhirnya kau pun menyesal tak ikut memperjuangkan



Created by myself.
Semoga ngerti alur puisi ini, maklum masih amatir.
Thank you!


Komentar

  1. Astounding! A linguistic riddle. You know for whom this poetry is.

    BalasHapus
  2. Astounding! A linguistic riddle. You know for whom this poetry is.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Lagu "Not in That Way" by Sam Smith

Arti Tanda Titik Sebenarnya

Terbelah Jadi Dua