Terbelah Jadi Dua

Mungkin bisa dibilang hari ini adalah hari yang bikin hati terenyuh. Diawali pagi yang cukup cerah untuk ukuran musim hujan, disambut jalanan yang kumuh penuh dengan tanah karena emang lagi banyak perbaikan gorong-gorong. Na'as sudah motor gue yang emang dekil dan sekarang makin dekil. Ya, begitulah anak pemalas yang nyuci motor cuma kalau ada yang nawarin buat nyuciin hehehe.

Balikan lagi deh. Eh! Maksudnya balik lagi ke topik hahaha.

Hari ini memang hari Jumat yang penuh berkah, yaa.... jelas sekali berkahnya karena hari ini gue bisa makan nasi pake boncabe level 15 (lagi) hahaha. Tapi, hari ini emang bikin lelah selelah-lelahnya hati ngelupain kamu, eaaaaaaa. Harus berangkat pagi demi menyelesaikan website e-commerce Nanabota, padahal kelas baru mulai jam 1 siang. Ya, begitulah nasib mahasiswa tingkat 3. Yaelah baru juga semester 3, apa kabar semester depan dan seterusnya?

Setelah kelaran ngurusin si website, masih harus nungguin kamu:):):):) #salahfokus #kebanyakanmicin hahahaha. Ya, setelah tugas selesai pun ada makhluk kecil ngajak jajan di kantin kampus yang selama kuliah di situ sama sekali gue belom pernah nyobain jajan di kantin APP tercinta. Maklum, udah jatuh cinta sama Pak Oos di koperasi. Dan akhirnya, Alhamdulillah enak juga minumannya. Sumpah! Enak banget, tapi enakan minumnya bareng sama kamu:):)

Lanjutlah kaki melangkah ke Lab-Keuangan, padahal bukan matkul keuangan. Emang suka gitu sekprodi. Kelas berjalan seperti biasanya, presentasi, dan main game bareng bocah-bocah. Dan pada sampainya kelas terdiam (gak diam juga sih sebenernya, pencitraan aja) karena hari ini adalah pertemuan terakhir untuk mata kuliah aplikom, biasalah asdos-asdos minta maaf dan ngahaturkeun nuhun ka urang sadayana. Kelar juga aplikom, eh belom deh masih ada pameran. Sabarlah wahai jiwa-jiwa yang terserang micin 200%.

Memang sudah ku duga, ada jam pengganti. Ya sudahlah apa daya kaki melangkah ke kelas paling pojok di lantai paling atas gedung APP, mau tau lantai berapa? Ya, lo bayangin aja ada liftnya pokoknya (Wake me up when 2025 ends) hahahaha. Gue kira dosennya mangkir lagi, eh ternyata doi menempati janji, gak seperti dia yang ingkar janji:(

Di kelas, iya di kelas. Hmmm, judulnya sih bahas "Planning, Do, Check, and Action" tapi kok aku jadi baper ya sama analogi yang diberikan dosen. Jadi, minggu-minggu yang lalu yang sudah berlalu seperti cinta kita, dosen gue nyuruh bikin rencana kegiatan dan nantinya akan dibandingin sama aktual kegiatannya. Eh, doi nyuruh lagi. Hari ini, cuma disuruh bayangin rencana buat besok. Dan setelah waktu bayangin mantan, eh maksudnya bayangin kegiatan yang rencananya bakal dilakukan selesai, doi nunjuk gue untuk menjelaskan rencana kegiatan gue yang sebenarnya hanya pencitraan. Selesainya gue menjelaskan dengan rapih, doi hanya bilang, "Dari apa yang kamu jelaskan, saya tahu kamu gak punya pacar." hahahahahahahahanying. Seketika hati bunyi "JLEBB" dan terbelah menjadi dua (pada kenyataannya emang udah kebelah sih). Sedih juga sih dibilang gitu, dan gue baru sadar besok itu malam minggu dan pantes aja doi nyeletuk seperti tidak memikirkan hati jomblo baru yang sedang bahagia-bahagianya ngejomblo, eh tapi jadi ke pengen lagi pacaran hahahaha.

Kemudian ada bisikan seperti ini bunyinya : "Tenang sajalah wahai hati, kelak kau akan menemukan tempat berlabuh yang nyaman."

Ya! Bisikan itu benar. Saat hatimu terburu-buru akan cinta yang baru, mungkin saja cinta yang baru itu akan menghadirkan luka yang lebih dalam. Bukan karena dia yang akan melukaimu, tapi secara tidak sengaja kamu yang menyakiti. Kenapa? Karena secara alami, hati ingin membalas dendamkan kekecewaannya walau bukan kepada yang menggoreskannya. Mungkin, ada yang  tidak seperti itu. Dan mungkin cuma gue yang seperti itu. Menghindari asumsi dari kata PHP itu lebih baik daripada melanjutkan dan akhirnya tertusuk nafsu untuk kembali berstatus "PACARAN". Perbaiki dulu hati yang tergores parah itu, setidaknya sampai benar-benar sembuh. Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Lagu "Not in That Way" by Sam Smith

Arti Tanda Titik Sebenarnya