Kekhilafan Hati
Hari itu entah mengapa ada yang berbeda. Ada yang menarik. Entah bagaimana caranya sosok itu terlihat menarik. Ah.. ku pikir mungkin khilafku saja. Namun, semakin ku tegaskan dia semakin menawan saja. Heran memang pasti, mengapa hanya dia yang terlihat.
Sejak hari itu, entah mengapa aku jadi makin gila karenanya. Ya, kau tahulah pasti bagaimana cara wanita mencari tahu sosok yang sedang Ia kagumi, jiwa FIB-nya keluar begitu saja. Oh.. dia itu dia, iya aku tahu sedikit demi sedikit dari goa-goa yang ku telusuri. Dia beginilah, begitulah kata sang goa.
Perlahan sudah aku mengagumi sampai pada titik aku mulai menyukai. Rasanya hampir mau ku tarik saja dia saat di depanku, memang sudah gila sepertinya. Mulai beranilah aku bercerita kepada teman-teman dekatku bahwa aku khilaf hati. Dukungan menghampiriku, karena itulah aku makin khilaf. Takut mulai datang, pikiran mulai mengacau, yaa sebenarnya memang sudah kacau sedari awal. Hati takut tak sampai hatinya, pikiran mengecoh melemparkan begitu banyak pertanyaan dan salah satunya "Apakah dia sama seperti yang lalu?"
Kembali lagi luka lama menghampiri. Berpikir-pikir lagi apakah sudah siap menerima bunga baru dihati. Ya, ku rasa ku sudah siap. Bismillah saja modalku saat itu. Mulai memberanikan diri mendekati sang magnet yang menarikku. Tentu saja, dimulai dari hal-hal kecil sampai akhirnya mulai kalap aku dibuatnya. Makin jadi khilafku ini. Ahsudahlah... ku pikir biarkan saja mengalir. Sampai saat ini masih gila aku, entah kapan sembuhnya. Mungkin ketika kau sadar bahwa ada aku yang diam-diam menyukaimu.
Komentar
Posting Komentar